the myth…

August 15th, 2008 by tiabaikhati

Dalam legenda Sansakerta ditemukan hikayat yang menyatakan bahwa ketika Dewa menciptakan  alam, dia genggam segala unsur dalam tangannya, lalu ia ciptakan matahari, bulan, bintang, gunung, angin, laut, pohon, binatang, dan akhinya manusia pertama, yaitu lelaki, dan ketika slesai penciptaan lelaki, habislah seluruh unsur yang ada dalam genggamannya. ketika sang Dewa ingin menciptkan perempuan, tidak ada jalan lain kecuali meminjam unsur-unsur yang telah diciptakannya semula.

Maka diambillah dari matahari sinarnya, dari bulan kebulatannya, dari bintang kecermelangannya, dari gunung ketegarannya, dari angin pancarobanya, dari laut alirannya, dari daun kelembutannya, dari merpati kejinakannya, dari harimau kekejamannya, dari burung merak keangkuhannya, dari api kehangatannya, dan dari salju kedinginannya, demikian kesemuanya dicampur dalam satu adonan, dan dari adonan itu Dewa menciptakan perempuan yang kemudian diserahkan kepada lelaki untuk menemani dan menghiburnya.

Akan tetapi, belum berlalu seminggu, lelaki pertama itu mengembalikan perempuan tadi kepada Dewa sambil berkata: “engkau telah memberiku yang ini, tetapi kini aku kembalikan. Dia tidak berhenti berbicara, terus menangis, dan tidak melakukan apa pun. Dia ingin agar aku menemaninya dan bercanda dengannya sepanjang hari.”

maka Dewa menerima kembali perempuan itu. Namun setelah seminggu, lelaki pertama tadi datang menghadap dan bermohon agar perempuan itu dikembalikan: “kembalikanlah dia padaku. Dia senang menyanyi dan menari., dia suka mengerlingkan matanya kepadaku. Sungguh aku kesepian dengan kepergiannya.”, begitu ucapnya.

Maka Dewa mengabulkan permintaannya. Akan tetapi, tiga hari kemudian, lelaki tadi mengembalikannya lagi. Dia letih menghadapinya. Ketika itu, sang Dewa marah dan berkata: “segera ambil keputusan! Engkau menghendakinya atau tidak! Katakan segera. Kalau tidak, engkau kuhabisi dan kuciptakan untuk perempuan ini lelaki selain mu.”

ketika itu, lelaki tadi tanpa banyak bicara menarik rambut perempuan tersebut dan mengajaknya pergi bersama sambil bergumam: “sungguh aku tidak dapat hidup jauh darinya, tetapi tidak juga dapat mendekat padanya. Aku tidak dapat hidup bersamanya, tetapi tidak juga dapat hidup tanpa kehadirannya.”

kita tidak perlu percaya mitos ini, tetapi paling tidak kita dapat berkata bahwa bagi lelaki (normal) hidup tanpa perempuan sangat menyengsarakan.

‘Perempuan’ by M. Quraish Shihab.

the only way

August 11th, 2007 by tiabaikhati


Everyday with every worthless word we get more far away. The distance between us makes it so hard to stay. But nothing lasts forever, but be honest babe. It hurts but it may be the only way.